Hukum Mertua Ikut Campur Dalam Rumah Tangga

Mertua Ikut Campur

Keterlibatan mertua dalam urusan rumah tangga, seringkali menyebabkan berbagai macam masalah. Hal tersebut sulit dihindari meskipun tidak tinggal dalam satu rumah. Tahukah kamu bagaimana islam memandang hal tersebut? Boleh atau tidak jika mertua ikut campur dalam urusan rumah tangga?

Sebelum menyimpulkan boleh atau tidak, sebaiknya dilihat terlebih dahulu mengenai permasalahannya. Apabila mertua terlibat dalam hal kebaikan jelas diperbolehkan. Misalnya mengajar mengurus anak atau cara memasak.

Jika keterlibatan mertua mengenai kebencian dan berlebihan, maka hukumnya tidak diperbolehkan. Misalnya menganggap bahwa menantunya tidak baik, sering datang kerumah anaknya untuk berkuasa, dan lain-lain.

Batasan Mertua Ikut Campur Dalam Rumah Tangga

Tidak masalah apabila mertua terlibat dalam urusan rumah tangga anaknya asalkan dalam hal kebaikan. Pasangan suami istri yang baru menikah memang membutuhkan bimbingan. Itulah peran dan tanggung jawab sebagai mertua untuk mengajarinya. Hal tersebut disebabkan pasangan baru belum terlalu mengerti mengenai kehidupan rumah tangga, sehingga butuh bimbingan untuk menghindari perceraian.

Akan tetapi, mertua dilarang ikut campur jika tidak menimbulkan kebaikan. Tidak semua masalah rumah tangga harus dilibatkan dengan mertuanya. Dengan begitu, pasangan suami istri akan lebih mandiri dalam menyelesaikan masalah.

Mertua juga dilarang ikut campur jika mereka membela salah satu pihak. Sebagai seorang mertua harus bersikap adil, entah itu menantunya atau anaknya sendiri. Sama halnya dengan menantu yang harus menyayangi dan mengasihi orang tuanya.

Cara Menyikapi Mertua Ikut Campur Dalam Rumah Tangga

Adapun beberapa cara untuk menyikapi mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga, yakni:

  1. Jangan Dendam

Apabila mertua memperlakukan kita dengan tidak baik, maka jangan membalas dengan sebuah kejahatan juga. Bersikap baik dengan mertua merupakan kewajiban kita sebagai menantunya. Perbanyak doa dan minta kepada Allah ta’ala agar diberi kemudahan.

  1. Tinggal Terpisah

Tinggal di rumah yang berbeda merupakan cara yang paling ampuh untuk mengatasi masalah dengan mertua. Jika memiliki rumah sendiri, dapat meminimalisir keterlibatan mertua. Selain itu, kamu bisa mengatur kehidupan rumah tangga tanpa ada rasa sungkan.

Tindakan ini bukan berarti kita meninggalkan dan tidak mau merawat orang tua. Usahakan untuk mencari rumah atau kontrakan yang jaraknya tidak jauh dengan rumah orang tua. Hal tersebut bertujuan agar kamu bisa sering berkunjung.

  1. Mendiskusikan Dengan Pasangan

Cobalah untuk menceritakan perasaan kamu kepada pasangan mengenai masalah mertua. Kemudian, diskusikan secara baik-baik agar mendapatkan solusi. Sebagai pasangan sudah seharusnya saling melindungi.

  1. Posisikan Diri Sebagai Anak

Pernikahan membuat kita mendapatkan orang tua baru, yakni seorang mertua. Cobalah untuk beradaptasi, memahami sifat mertua, dan jangan menghindar. Posisikan diri sebagai anak, sehingga dapat lebih akrab dengan mertua.

Sebagai pasangan yang telah menikah dianjurkan untuk menyayangi mertua dan menganggap sebagai orang tuanya sendiri. Meskipun mertua ikut campur dalam urusan rumah tangga, kita harus bisa menyikapi dengan baik.